Selasa, 11 Februari 2025

Jember Pandang Purnama (JPP) Februari 2025





πŸš€ JEMBER ASTRONOMI CLUB πŸš€


Halo sobat JASTRO,
Sehubungan dengan adanya Bulan Purnama di bulan Februari 2025, Jember Astronomy Club menghadirkan kembali JPP yang akan dilaksanakan pada:
πŸ—“  Rabu, 12 Februari 2025
πŸ• 19.00 - selesai
πŸ“Double Way Universitas Jember

Bagi yang memiliki waktu luang dan berminat bisa langsung datang ya, gratis dan untuk umum ✨


Editor: Fallawloh Jaya Anwarisqi


Sabtu, 14 Desember 2024

Jember Pandang Purnama (JPP) Desember 2024



πŸš€ JEMBER ASTRONOMI CLUB πŸš€


Halo sobat JASTRO, 

Sehubungan dengan  adanya Bulan Purnama terakhir 2024 atau December's Cold Moon, Jember Astronomy Club menghadirkan kembali JPP yang akan dilaksanakan pada:

πŸ—“ Minggu, 15 December 2024

πŸ• 19.00 - selesai

πŸ“Double Way Universitas Jember 

Bagi yang memiliki waktu luang dan berminat bisa langsung datang ya, gratis ✨


Penulis: Lailatul Firdausiah
Editor: Fallawloh Jaya Anwarisqi

Rabu, 13 November 2024

Kepengurusan Jastro Periode 2024-2025



Daftar Pengurus Manajerial Jember Astronomy Club Periode 2024-2025:


No.


NAMA


JABATAN

1.

Lailatul Firdausiah, S.Pd.


Ketua Umum

2.

Naili Afkarina


Sekretaris Bendahara

3.

Muhammad Wildanun Amien


Ketua Divisi Event

4.

Nelly Nur Ayu Muharromah, S.Pd.


Anggota Divisi Event

5.

Alvyn Ayu Anggry Yulianing, S.Pd.


Ketua Divisi Keilmuan

6.

Mochammad Nugraha Putra Satrio Hadi


Anggota Divisi Keilmuan

7.

Muhammad Fajri Kholili Zain, S.H.


Anggota Divisi Keilmuan

8.

Fallawloh Jaya Anwarisqi


Ketua Divisi Infokom

9.

Akbar Wijaya, A.Md.


Anggota Divisi Infokom



Rabu, 18 September 2024

Jember Pandang Purnama x InOMN 2024

 

Gambar 1. Pemberitahuan Jember Pandang Purnama x InOMN di Double Way Universitas Jember


JEMBER, 18 September 2024 (Rabu)

Halo teman-teman!

JPP x InOMN balik lagi nih. Yang berminat ikut pengamatan Supermoon serta ingin berpatisipasi dalam International Observe Moon Night (InOMN) bisa langsung datang ya ke double way UNEJ hari rabu, 18 September 2024 pada pukul 20.00 WIB, 

Gratis dan terbuka untuk umum loh! Yuk buruan daftar dan ikut serta dalam partisipasi InOMN.


Penulis: Lailatul Firdausiah
Editor: Fallawloh Jaya Anwarisqi

Sabtu, 23 Maret 2024

Jember Astronomy Club Menghadiri EARTH HOUR 2024

 

Gambar 1. Earth Hour Jember yang dilaksanakan di Hotel Aston Jember


          JEMBER, 23 Maret 2024, Jember Astronomy Club menghadiri perayaan EARTH HOUR 2024 yang diadakan secara resmi pertama kalinya di Jember. Dilaksanakan di lokasi utama yang berada di Hotel Aston Jember, acara ini adalah inisiasi Organisasi Earth Hour Jember menyelenggarakan aksi Switch Off 2024 dan diikuti oleh berbagai komunitas, organisasi, yang salah satunya yakni Jember Astronomy Club. Dihadiri oleh Kak Nelly Nur, Kak Alvyn Ayu
, dan 2 anak didik Kak Alvyn sebagai perwakilan Jastro, acara ini dimulai dengan sambutan hingga acara menyalakan lilin dan mematikan sejumlah lampu disekitar acara berlangsung.


Gambar 2. Perwakilan Jastro dari dari kiri ke kanan (Kak Nelly dan Kak Alvyn)


          Aksi Earth Hour ini dilakukan dengan mematikan seluruh lampu serta perabot lain yang menggunakan energi listrik selama satu jam. Tindakan ini simbol untuk menunjukkan solidaritas untuk planet Bumi. Dalam pelaksanaannya di negara lain, Landmark utama seperti di Amerika Serikat, Empire State Building, Space Needle, The Venetian Resort Las Vegas, dan Menara Willis akan menjadi gelap selama satu jam. 


Gambar 3. Jember Astronomy Club dalam melaksanakan pengamatan Bulan di Hotel Aston Jember oleh Kak Nelly dan Kak Alvyn

           "Di Indonesia, Earth Hour 2024 berhasil dilaksanakan di 40 kota, 20 provinsi dan digerakkan oleh lebih dari 470 relawan komunitas Earth Hour. Pelaksanaan Earth Hour di Indonesia juga didukung oleh 19 public figures, pemerintah provinsi, kota, dan kabupaten," demikian pernyataan resmi WWF dilansir dari website resmi WWF Indonesia. Bagi komunitas Jastro yang membidangi ilmu Astronomi dan Astrofisika, aksi ini patut didukung demi kelestarian Bumi kita, tanpa Bumi kita tidak ada tanah untuk dipijak, dan tidak ada kehidupan tanpa adanya Bumi.


Gambar 4. Pelaksanaan Earth Hour di Hotel Aston Jember serta pengamatan bulan oleh Jastro

          Selain event Earth Hour tersebut, Jember Astronomy Club juga membawakan kajian ilmu berupa peragaan dan pengamatan bulan melalui Teleskop. Jember Astronomy Club dalam hal ini turut andil menyebarluaskan pentingnya Bumi sebuah planet dan benda angkasa lain sebagai satu kesatuan berkesinambungan yang berpengaruh dalam hidup manusia dengan melaksanakan pengamatan Bulan tersebut. Harapan kedepan JASTRO untuk EARTH HOUR yakni agar acara Earth Hour di tahun tahun selanjutnya dapat berjalan dengan lebih masif dan konsisten serta lebih mengedukasi keseluruh lapisan masyarakat khususnya masyarakat Kabupaten Jember.


Editor: Fallawloh Jaya Anwarisqi

Rabu, 28 Februari 2024

Webinar Belajar Bareng Jastro: Tahun Kabisat, Harmoni Pergerakan Benda Langit

 


Gambar 1. Tangkapan layar pada acara webinar Belajar Bareng Jastro yang dihadiri oleh Prof. Dr. Thomas Djamaluddin, M.Sc.
 

          JEMBER, 29 Februari 2024, Jember Astronomy Club (Jastro) kembali mengadakan webinar Belajar Bareng Jastro dengan tema menarik, yakni "Tahun Kabisat, Harmoni Pergerakan Benda Langit". Webinar kali ini diselenggarakan bersama Fokalis Jatim dan menghadirkan pembicara istimewa, Prof. Dr. Thomas Djamaluddin, M.Sc., seorang peneliti dan researcher terkemuka di bidang astronomi dari Pusat Riset Antariksa pada Organisasi Riset Penerbangan dan Antariksa BRIN. Beliau juga alumni S1 Astronomi ITB dan S2/S3 di Kyoto University, Jepang.

 


Gambar 2. Paparan mengenai daftar riwayat akademis dan professional Prof. Dr. Thomas Djamaluddin, M.Sc.


          Acara ini dihadiri oleh lebih dari lebih dari 100 peserta dari berbagai kalangan, mulai dari pelajar, mahasiswa, hingga profesional di bidang sains dan astronomi dan berasal dari seluruh daerah di Indonesia. Peserta webinar diikut sertakan dalam memahami secara lebih rinci konsep-konsep astronomi yang seringkali dianggap kompleks, melalui penjelasan yang mudah dipahami oleh Prof. Dr. Thomas Djamaluddin, M.Sc.


Gambar 3. Pengumuman Webinar Belajar Bareng Jastro: Tahun Kabisat, Harmoni Pergerakan Benda Langit

          Webinar ini juga diikuti dengan sesi tanya jawab yang interaktif, di mana para peserta berkesempatan untuk berinteraksi langsung dengan Prof. Thomas. Banyak pertanyaan menarik yang dibahas, mulai dari fenomena alam hingga potensi masa depan eksplorasi antariksa. Dengan terselenggaranya acara ini, Jember Astronomy Club bekerja sama dengan Fokalis Jatim, berharap dapat terus memfasilitasi lebih banyak kegiatan edukatif yang memajukan pengetahuan sains di kalangan masyarakat umum, khususnya di bidang astronomi.

          Tertarik untuk mengikuti webinar berikutnya? Pastikan untuk terus mengikuti informasi terbaru di website kami dan media sosial Jember Astronomy Club untuk tidak ketinggalan kesempatan belajar bareng dengan para ahli di bidangnya!

Link video rekap: https://youtu.be/600sRs7EAnw?si=PGJ0nuoXOt4yMJOt
Link PPT rekap: 
https://drive.google.com/drive/folders/1ZYpeuZejSwwnbuoXzq280AfvKgWYZqFd?usp=sharing


Editor: Fallawloh Jaya Anwarisqi

Rabu, 02 Agustus 2023

Kepengurusan Jastro Periode 2023-2024



Daftar Pengurus Manajerial Jember Astronomy Club Periode 2023-2024:


No.


NAMA


JABATAN

1.

Nelly Nur Ayu Muharromah, S.Pd.


Ketua Umum

2.

Hairlinda Arini Agustin, S.Pd.


Sekretaris Bendahara

3.

Alvyn Ayu Anggry Yulianing, S.Pd.


Ketua Divisi Event

4.

Muhammad Wildanun Amien


Anggota Divisi Event

5.

Muhammad Fajri Kholili Zain, S.H.


Ketua Divisi Keilmuan

6.

Venus Juanda Dwi Putra, S.T.


Anggota Divisi Keilmuan

7.

Birru Melati, S.Pd.


Ketua Divisi Infokom

8.

Kresna Yusuf Rouhillah, S.T.


Anggota Divisi Infokom

9.

Fallawloh Jaya Anwarisqi


Anggota Divisi Infokom

10.

Lailatul Firdausiah, S.Pd.


Ketua Divisi Fundrising

11.

Naili Afkarina


Anggota Divisi Fundrising



Selasa, 04 April 2023

Jember Astronomy Club menghadiri EARTH HOUR 2023

       

Gambar 1. Earth Hour Jember yang dilaksanakan di Hotel Dafam Lotus Jember

            JEMBER, 25 Maret 2023, Jember Astronomy Club menghadiri perayaan EARTH HOUR 2023 yang diadakan secara resmi pertama kalinya di Jember. Dilaksanakan di 2 lokasi berbeda yakni di Hotel Dafam Lotus Jember dan Hotel Aston Jember, acara ini adalah inisiasi Organisasi Earth Hour Jember menyelenggarakan aksi Switch Off 2023 dan diikuti oleh berbagai komunitas, organisasi, yang salah satunya yakni Jember Astronomy Club. Dihadiri oleh Kak Hairlinda Arini, Kak Iinamy, dan Kak Birru Melati sebagai perwakilan Jastro, acara ini dimulai dengan sambutan hingga acara menyalakan lilin dan mematikan sejumlah lampu disekitar acara berlangsung.

Gambar 2. Perwakilan Jastro dari dari kiri ke kanan (Hairlinda Arini dan Birru Melati)

    Aksi Earth Hour ini dilakukan dengan mematikan seluruh lampu serta perabot lain yang menggunakan energi listrik selama satu jam. Tindakan ini simbol untuk menunjukkan solidaritas untuk planet Bumi. Dalam pelaksanaannya di negara lain, Landmark utama seperti di Amerika Serikat, Empire State Building, Space Needle, The Venetian Resort Las Vegas, dan Menara Willis akan menjadi gelap selama satu jam. 

Gambar 3. Foto bersama organisasi Earth Hour Jember dengan berbagai organisasi lainnya di Hotel Dafam Jember

        "Lebih dari 190 negara dan wilayah akan berpartisipasi dalam acara pada hari Sabtu, 25 Maret dari pukul 20:30 sampai 21:30 waktu setempet," demikian pernyataan resmi WWF dilansir dari CNN Indonesia. Bagi komunitas Jastro yang membidangi ilmu Astronomi dan Astrofisika, aksi ini patut didukung demi kelestarian Bumi kita, tanpa Bumi kita tidak ada tanah untuk dipijak, dan tidak ada kehidupan tanpa adanya Bumi. 

Gambar 4. Pelaksanaan Earth Hour di Hotel Aston Jember serta pengamatan bulan oleh Jastro

            Selain event Earth Hour tersebut, Jember Astronomy Club juga membawakan kajian ilmu berupa peragaan dan pengamatan bulan melalui Teleskop. Jember Astronomy Club dalam hal ini turut andil menyebarluaskan pentingnya Bumi sebuah planet dan benda angkasa lain sebagai satu kesatuan berkesinambungan yang berpengaruh dalam hidup manusia dengan melaksanakan pengaamtan Bulan tersebut. Harapan kedepan JASTRO untuk EARTH HOUR yakni agar acara Earth Hour di tahun tahun selanjutnya dapat berjalan dengan lebih masif dan konsisten serta lebih mengedukasi keseluruh lapisan masyarakat khususnya masyarakat Kabupaten Jember.

Gambar 5. Jember Astronomy Club dalam melaksanakan pengamatan Bulan di Hotel Dafam Jember oleh Kak Birru Melati dan Kak Hairlinda Arini.

Writter : Venus Juanda

Editor : Venus Juanda

FOTO KEGIATAN SELENGKAPNYA DOWNLOAD DISINI 

Selasa, 04 Oktober 2022

International Observe The Moon Night (InOMN) 2022 Kabupaten Jember

Gambar 1. Anggota JASTRO (Dari kiri ke kanan:Venus, Nelly, Birru, Hairlinda) turut memeriahkan InOMN 2022 di FKIP Universitas Jember

        JEMBER, 1 Oktober 2022 (Sabtu), Jember Astronomy Club mengadakan International Obserce The Moon Night 2022. Acara ini diselenggarakan dengan berkolaborasi bersama klub astronomi se-Jember dengan naungan kegiatan dari FOKALIS JATIM (Forum Komunikasi Astronom Amatir Lintas Jawa Timur)  yang dalam hal ini penggerak oleh FOKALIS Regional III. Komunitas yang turut andil berkolaborasi untuk wilayah Jember yakni Jember Astronomy Club (JASTRO), HIMAFI Neutron FKIP Universitas Jember, TOASTRON SMA Nuris Jember, Smaga Astronomy Bravo SMA 3 JEMBER, Kompas UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember.

Gambar 2. Poster Undangan InOMN 2022 Jember

        Kegiatan yang diusung oleh komunitas astronomi se-Jember tersebut yakni Agenda Bedah Film dan Agenda Pengamatan Bulan. Agenda Bedah Film ini dilaksanakan di ruang kuliah FKIP Universitas Jember dengan menampilkan film keastronomian terbaru tahun 2022 seperti "Moonfall" yang disutradarai oleh Roland Emmerich yang dirilis 2 Februari 2022 lalu. Dihadiri oleh seluruh komunitas astronomi, agenda bedah film ini sukses terlaksana sedari pukul 14.00 WIB - 16.30 WIB. 

Gambar 3. Menonton film "Moonfall" di ruang FKIP Universitas Jember

Gambar 4. Poster film "Moonfall"

        Kegiatan selanjutnya yakni Agenda Pengamatan Bulan. Agenda ini direncanakan akan berlangsung di Alun-alun Kabupaten Jember pukul 18.00 WIB - 21.00 WIB. Namun, hujan deras mengguyur Kabupaten Jember dan sekitarnya sehingga acara ini tidak dilangsungkan pengamatan bulan. Agenda Pengamatan Bulan digantikan dengan sharing daring komunitas antar FOKALIS Regional III by Google Meet bersama komunitas diluar Jember (Arya Wiraraja Astronomy Lumajang, Astrowangi Banyuwangi, Mojopahit Astronomy Club Mojokerto).
Gambar 5. Sharing Daring by Google Meet oleh FOKALIS Regional III di ruang FKIP Universitas Jember.

        Sharing daring antar komunitas regional ini dilaksanakan di ruang FKIP Universitas Jember sedari pukul 18.30 WIB - 21.00 WIB. Berdasarkan hasil sharing daring tersebut, terpantau bahwa lokasi di Jember, Lumajang, Banyuwangi bercuaca hujan. Sedangkan di Mojokerto berawan mendung namun masih terlihat disaat  awan di langit bergeser.
Gambar 6. Sharing daring FOKALIS Regional III dengan Ketua FOKALIS JATIM (Muchammad Thoyib)

      Walau dikondisi cuaca tidak bersahabat, komunitas astronomi se-Jember terbilang sukses menggelar acara bertaraf internasional tersebut dengan penuh semangat untuk sharing ilmu astronomi kepada masyarakat.

Editor : Venus Juanda
Penulis : Venus Juanda

SERTIFIKAT JASTRO INOMN 2022 KLIK DISINI
SERTIFIKAT PESERTA INOMN 2022 oleh NASA USA DOWNLOAD DISINI
VIDEO DOKUMENTASI KLIK DISINI
FOTO KEGIATAN SELENGKAPNYA DOWNLOAD DISINI

Rabu, 13 Juli 2022

METEOR : Pengertian, Penyebab, dan Jenis Kejadiannya

Gambar 1. Ilustrasi Meteor

            Saat kita melihat langit malam, terkadang kita dapat menemukan seberkas cahaya yang bergerak indah sekali lalu menghilang. Kebanyakan masyarakat mengakatan hal tersebut adalah bintang jatuh (shooting star) dan apabila kita melambungkan doa pada saat itu terjadi dipercaya doanya akan terkabul segera. Nama yang diberikan masyarakat pada benda tersebut tak sepenuhnya benar. Karena pada faktanya seberkas cahaya yang tampak seolah olah jatuh tersebut bukanlah sebuah bintang, melainkan sebuah meteorid yang masuk ke dalam atmosfer bumi.

            Sebelum membahasnya lebih dalam, kita terlebih dahulu harus mengetahui beberapa kata kunci yang nantinya akan menjadi pembahasan utama dalam artikel ini. Setidaknya terdapat 3 kata kunci yang harus kita tahu agar tidak tertukar pengertian yang satu dengan yang lainnya, yaitu: meteorid, meteor, dan meteorit. Sekilas istilah-istilah tersebut memiliki pengucapan yang mirip, namun memiliki makna yang berbeda meskipun masil berhubungan satu dengan yang lain.

Gambar 2. Perbedaan Meteoroid, Meteor, dan Meteorit

            Meteorid merupakan serpihan-serpihan baik berupa debu, batu, atau es yang berada di luar angkasa dan tidak memiliki orbit yang tetap. Debu dan batu halus berasal dari pecahan pecahan planet, satelit, atau asteroid yang kebanyakan berada di antara planet Mars dan Jupiter. Sedangkan serpihan es yang ada biasanya berasal dari bekas-bekas materi yang ditinggalkan oleh komet ketika melintas dekat dengan matahari yang memotong orbit revolusi Bumi.

            Meteorid inilah yang menjadi penyebab utama adanya berkas cahaya yang dikenal sebagai bintang jatuh. Sampai di sini, kita tahu bahwa penyebab terjadinya bintang jatuh bukanlah sebuah bintang dan tak hanya terbatas pada sisa materi yang ditinggalkan oleh komet saja, namun juga berasal dari debu-debu halus atau batuan sisa dari pembentukan tata surya.

            Istilah selanjutnya adalah Meteor. Meteor merupakan lintasan cahaya terang yang ada di langit yang disebabkan oleh masuknya meteorid ke atmosfer bumi.  Meteor dapat diamati dengan mata telanjang karena kecerahannya yang tinggi. Biasanya, meteor teramati memiliki ekor bercahaya yang mengikutinya.

            Meteor hanya dapat diamati secara singkat, rata-rata cahayanya dapat bertahan paling lama antara 0,1 dan 0,8 detik. Meteor juga memiliki ukuran dan kecerhan yang bermacam macam, jika kecerahannya melebihi kecerahan planet venus, maka meteor itu disebut dengan istilah fireball (bola api). Tak semua meteor habis dan menghilang di lapisan atmosfer. Terdapat beberapa kejadian saat materi meteor ini menembus atmosfer dan jatuh ke permukaan bumi. Meteor yang berhasil masuk dan jatuh ke permukaan bumi ini disebut dengan Meteorit.

            Ada beberapa penyebab mengapa sebuah meteorid dapat memancarkan cahaya ketika memasuki atmosfer Bumi. Secara sederhana dapat dijelaskan sebagai berikut. Pada saat memasuki atmosfer bumi, meteorid memiliki kecepatan yang sangat tinggi dengan kisaran kecepatan sebesar 11000 m/s sampai 72000 m/s dan pada kecepatan tertentu mengalami gerak jatuh bebas hingga menumbuk bumi.

Gambar 3. Warna Meteor berdasarkan komposisi kimia yang terusun didalamnya

            Kebanyakan meteor muncul pada lapisan atmosfer dengan ketinggian antara 80 km sampai 110 km, di mana pada ketinggian tersebut kerapatan udara di atmosfer cukup tinggi dan memungkinkan terjadinya proses ablasi yang dilanjutkan dengan pembakaran meteri penyusun meteorid sehingga menghasilkan jejak pijar yang dapat terlihat oleh mata.            

            Ablasi dan pembakaran materi dari meteorid ini disebabkan oleh adanya tekanan ram, yaitu tekanan yang dihasilkan dari benda yang bergerak dengan kecepatan supersonik atau hipersonik di dalam medium fluida (gas atau cairan). Tekanan ram ini mengasilkan gaya hambat yang besar terhadap sebuah benda dan berefek pada terjadinya ablasi serta pembakaran pada sebuah benda yang melewati medium tersebut.

            Ablasi dan pembakaran yang terjadi menimbulkan jejak gas pada atmosfer dan akan tampak sebagai semburan cerah (flare). Menariknya, semburan gas yang dihasilkan oleh meteor dapat menghasilkan warna yang berfairasi. Perbedaan warna yang ada, ditentukan oleh partikel inti yang membentuk sebuah meteor dan plasma udara yang memanaskannya.

            Meteor yang berwarna oranye-kuning, menunjukkan adanya kandungan natrium dalam meteoroid tersebut. Warna kuning berarti mengandung besi, warna biru-hijau berarti mengandung magnesium, warna ungu mengandung kalsium, warna merah mengandung nitrogen dan oksigen.

            Dilihat dari intensitas terjadinya, meteor dibagi menjadi dua. Pertama, meteor sporadik/sporadis. sporadik secara bahasa berarti tidak tentu; kadang kala; kadang-kadang. Dalam hal ini, sporadik dapat kita artikan sebagai kejadian meteor yang intensitasnya jarang, tidak berjumlah besar, dan waktu terjadinya tidak menentu. Bisa jadi kejadian meteor sporadik ini terjadi setiap hari.

Gambar 4. Hujan Meteor tahun 1998

            Kedua, hujan/badai meteor. Dinamakan dengan istilah hujan/badai meteor dikarenakan kuantitas meteor yang terjadi pada suatu saat tertentu sangat tinggi. Hujan meteor terjadi ketika bumi melintasi orbit sebuah komet yang meninggalkan materi-materi sisa pada orbitnya. Masuknya Bumi ke dalam orbit sebuah komet dapat terjadi karena lintasan komet saat mengelilingi Matahari berbentuk lebih elips dan lebih panjang, sehingga pada saat tertentu orbit bumi akan bersinggungan dengan orbit komet tersebut.

            Karena proses kejadiannya yang berhubungan dengan persinggungan lintasan orbit antara Bumi dengan sebuah komet yang sama-sama mengitari Matahari. Maka kejadian hujan meteor ini dapat diperhitungkan dan dapat berulang setiap tahun. Biasanya, para ilmuan merangkum kejadian tersebut dalam sebuah katalog tahunan.

            Seperti, Katalog Jenniskens (1994) yang di dalamnya merangkum 50 hujan meteor tahunan, Katalog Brown (2008) di dalamnya terangkum 45 hujan meteor tahunan, serta Katalog Jenniskens yang diperbarui (2016) yang merangkum setidaknya 70 dari 95 hujan meteor tahunan yang dianggap established oleh International Astronomical Union (IAU). Dalam katalog-katalog itu, setiap kejadian hujan meteor diberikan nama sesuai dengan nama konstelasi radian (koordinat arah pancaran) hujan meteor tersebut muncul. Misal, hujan meteor Perseids diambil dari nama rasi bintang Perseus, hujan meteor Eta Aquarid berasal dari konstelasi Aquarius tepatnya di bintang Eta Aquarii. dsb.

Referensi : 

Alfatah, Arif, Model Sederhana Gerak Meteor di Atmosfer, Jurnal Berkala MIPA, Vol. 24, No. 2, 2014.

Diktat Perkuliahan, Meteor, Meteorid, dan Meteorit, Ikhlasul-pgsd-fip-uny/iad.

Djamaluddin, Thomas, Pengembangan Model Fluks Mikrometeorid dari Data Meteor Wind Radar, Jurnal LAPAN, Vol. 1, No. 4, 2006, http://jurnal.lapan.go.id/index.php/majalah_sains_tekgan/article/view/466.

Fadhilah, Nur, dkk, Model Gerak Sederhana Gerak Meteor di Atmosfer yang Jatuh Tegak Lurus Terhadap Permukaan Bumi, Jurnal Prisma Fisika, Vol. II, No. 3, 2014.

http://bahasasastra.kemdikbud.go.id/glosarium/?row=939

http://kateglo.com/?mod=dictionary&action=view&phrase=ablasi

http://kk.sttbandung.ac.id/id3/2-3042-2940/Tekanan-Ram_100375_kk-sttbandung.html

https://www.dictio.id/t/apa-yang-anda-ketahui-tentang-meteor/61615/2

International Meteor Organization, 2022 Meteor Shower Calendar. https://www.imo.net/2022-meteor-shower-calendar/.

Priyatikanto, Rhorom, Dampak Hujan Meteor pada Kemunculan Lapisan E-Sporadis di Atas Sumedang, Jurnal LAPAN, Vol. 14, No. 2, 2017, http://jurnal.lapan.go.id/index.php/jurnal_sains/article/view/2533.

Ten Facts About Meteors, NASA, https://www.nasa.gov/pdf/741990main_ten_meteor_facts.pdf.


Writter : Fajri Zein

Editor : Venus Juan


VIDEO SELENGKAPNYA KLIK DISINI


-----------------------------------------------------------------------------------------------------

NEXT EVENT : (DONE) 

Belajar Bareng Jastro (BBJ) 2022

Tema Meteor..

17 Juli 2022, 19.00 WIB - Selesai

Speaker M. Fajri Zein

Anggota Jastro Only..