Senin, 24 Januari 2022

KOLABORASI BAKTI EDUKASI ASTRONOMI di Kamp Pengungsian Semeru Lumajang 2022

Gambar 1. Kolaborasi Komunitas JASTRO, AWAS, CASTA, JoAC, HIMAFI Neutron Unej dalam acara Bakti Edukasi Astronomi di Kamp Pengungsian Gn Semeru

            
        LUMAJANG, 23 Januari 2022 (Minggu) dilaksanakan Bakti Edukasi Astronomi dimana JEMBER ASTRONOMY CLUB (JASTRO) berkolaborasi bersama ARYA WIRARAJA ASTRONOMY (AWAS) Lumajang. Bakti Edukasi ini dilaksanakan di Balai Desa Penanggal, Sumbersari, Kec. Candipuro, Kab. Lumajang. JASTRO diwakili oleh Hairlinda, Venus, Rahman, Evi Rahmawati. AWAS Lumajang diwakili oleh Benny Eko Yulian, Faisal Febriansyah, Rasyidan Ghiffari.

Gambar 2. Siswa/i di sekolah sementara kamp pengungsian semeru antusias melihat matahari menggunakan teleskop


       Dalam kegiatan ini turut hadir kolaborasi dengan Komunitas Astronomi CASTA Tulungagung (Fischa Indaya), Komunitas Astronomi JoAC Jombang (Farid Abyan), Komunitas Astronomi HIMAFI Neutron FKIP UNEJ (Arifuttajalli). Tema yang dibawa yakni "Pengamatan Matahari" dan menggunakan 2 teleskop oleh Komunitas AWAS yakni Teleskop Reflektor adn Refraktor. Sasaran utama kegiatan yakni Siswa/i di sekolah sementara pengungsi Erupi Gunung Semeru. Antusiasme siswa/i serta warga sangat tercurahkan dengan adanya peran aktif meramaikan kegiatan melihat matahari menggunakan teleskop yang tersedia. Serta tak luput menggunakan kacamata matahari.

Gambar 3. Hairlinda JASTRO menjelaskan tentang matahari kepada salah satu siswa yang penasaran

        Tak hanya siswa/i dan pelajar, warga sekitar juga turut penasaran dan meramaikan kegiatan. Selain pengamatan secara langsung, terdapat sesi diskusi singkat terkait ke Astronomian yang dibawakan oleh JASTRO (Hairlinda) serta AWAS (Benny Eko) kepada pelajar, siswa/i dan warga. Kegiatan ini selain sebagai bakti edukasi kepada masyarakat yang terdampak erupsi Gunung Semeru, juga mempererat silahturahmi antar komunitas astronomi yang memiliki 1 visi misi yakni memasyarakatkan astronomi.

Gambar 4. Siswa/i juga dapat mengamati dengan aman matahari menggunakan Kacamata Matahari

Big Thanks of The Collaboration : 1. JASTRO (Hairlinda, Venus, Rahman, Evi Rahmawati) 2. AWAS Lumajang (Benny Eko, Faisal Febriansyah, Raysidan Ghiffari) 3. CASTA Tulungagung (Fischa Indaya B) 4. JoAC Jombang (Farid Abyan) 5. HIMAFI Neutron FKIP UNEJ (Arifuttajalli) Special Thanks Of Support :
FOKALIS JATIM (Forum Komunikasi Astronom Amatir Lintas Jawa Timur)

Penulis : Venus Juanda

VIDEO DOKUMENTASI KLIK DISINI

FOTO KEGIATAN SELENGKAPNYA DOWNLOAD DISINI

Selasa, 11 Januari 2022

Temu Astronom Amatir 2022 - CASTA Tulungagung & HAAS Semarang

Gambar 1. dari kiri ke kanan, Venus JASTRO, Fischa Indaya CASTA, Hairlinda JASTRO, Birru Melati JASTRO, Fajri Zain HAAS

        JEMBER, 9 Januari 2022 dilaksanakannya Temu Astronom Amstir (TAA) Jastro bersama dengan klub astronomi CASTA (Club Astronomi Tulungagung) dan HAAS (Himpunan Astronom Amatir Semarang). Bertempat di Taman Kota Sumbersari Jember, TAA sukses digelar dengan tema "Temu Astronom Ngamat Matahari". Tema ini dipilih juga sebagai wujud daripada visi misi klub astronom itu sendiri yakni menyebarluaskan ilmu astronomi di masyarakat luas dengan menyelenggarakan pengamatan matahari bersama.

Gambar 2. Antusiasme warga sekitar taman melihat matahari

       CASTA diwakili oleh Fischa Indaya dan HAAS diwakili oleh Fajri Zain. Sedangkan JASTRO sendiri diwakili oleh Hairlinda, Birru Melati, dan Venus Juanda. Menurut Fischa, gelaran Temu Astronom Amatir ini penting diadakan mengingat dikala selama pandemi kegiatan bertajub lapang cukup terbatas sehingga visi misi astronom amatir juga sedikit terhambat, oleh karenanya dengan bersilahturahmi dengan klub antar daerah penting untuk mempererat serta menjadi ajang sharing solusi permasalahan antar klub.

Gambar 3. Birru Melati (JASTRO) menggendong anak anak melihat matahari di teleskop

        Pengamatan matahari dalam gelaran TAA ini mengunakan teleskop reflektor dengan kacamata matahari. Warga yang ikut penasaran juga meramaikan acara dengan melihat matahari menggunakan teleskop. Anak-anak, kalangan pelajar, hingga orang dewasa juga penasaran melihat matahari yang berbentuk orange tersebut. Matahari yang silau dilihat dengan mata telanjang, kini dapat dilihat dengan aman serta jelas dengan teleskop berfilter ND5 tersebut. "Acara seperti ini penting, apalagi melibatkan masyarakat secara langsung skaligus memperkenalkan astronomi di masyarakat." kata Fajri Zain HAAS saat bersosialisasi dengan warga sekitar taman.


Penulis : Venus Juanda

VIDEO DOKUMENTASI KLIK DISINI

FOTO KEGIATAN SELENGKAPNYA DOWNLOAD DISINI

Senin, 03 Januari 2022

Jastro Goes To School 2022 - BIMBEL AL BIRUNI

Gambar 1. Jastro Goes To School 2022 bersama LBB AL BIRUNI

        JEMBER, 2 Januari 2022 dilaksanakannya Jastro Goes To School (JGS) pertama di awal Tahun 2022. Jastro Goes To School ini diadakan bersama dengan Lembaga Bimbingan Belajar Al Biruni Jember. Berlokasi di Kepatihan Jember, JGS dibawa dengan tema "Mengamati Matahari" dengan sasaran yakni siswa/i LBB Al Biruni beserta warga sekitar lingkungan Kepatihan Jember.

Gambar 2. Antusiasme Siswi mengikuti kegiatan

           Kegiatan Jastro Goes To School ini menggunakan 2 teleskop yakni berjenis Refraktor dan Reflektor. Kegiatan tersebut dapat menarik perhatian sejumlah hampir 20 peserta Siswa/i LBB Al Biruni jenjang SD/SMP. Tak luput warga sekitar lapangan diadakannya kegiatan juga ikut mengamati Matahari menggunakan Teleskop dan Kacamata Matahari. Menurut salah satu warga, kegiatan ini kali pertama diketahui dikarenakan pengalaman pertama untuk melihat matahari dengan jelas dan aman. 

Gambar 3. Siswa mengamati menggunakan Kacamata Matahari

        Harapan besar untuk kegiatan Jastro Goes To School yakni dapat menjangkau lebih banyak sekolah dan menyebarluaskan Ilmu Astronomi dengan cara yang unik dan ringan agar mudah diterima masyarakat khususnya kalangan pelajar.

Penulis : Venus Juanda

VIDEO DOKUMENTASI KLIK DISINI

FOTO KEGIATAN SELENGKAPNYA DOWNLOAD DISINI


Sabtu, 24 April 2021

Purnama Perigee (Supermoon)

 

Purnama Perigee (Supermoon) Hiasi Langit Malam Dunia




Lidya Zaela Wijaya – 24 April 2021,  20: 34 WIB
    Foto: timeanddate.com

Jember Astronomy club- fenomena supermoon akan menghiasi langit malam Indonesia di bulan ramadhan tahun ini. Istilah supermoon tentu tidak asing ditelinga kita namun, fenomena seperti apakah supermoon itu?


Istilah supermoon sebenarnya bukanlah istilah astronomi yang resmi. Istilah supermoon dikenalkan pertama kali oleh astrolog bernama Richard Nolle pada tahun 1979. Richard Nolle mendefinisikan fenomena supermoon sebagai peristiwa bulan baru atau bulan purnama yang terjadi ketika posisi bulan berada di atau dekat (dalam rentang 90%) pada jarak terdekatnya dengan bumi di orbitnya.

 

Seperti yang kita ketahui, bentuk lintasan orbit bulan terhadap bumi tidak berbentuk lingkaran sempurna, tetapi berbentuk oval dengan satu sisi memiliki jarak lebih dekat dengan bumi, sehingga jarak yang tercipta antara bulan dan bumi akan bervariasi sepanjang tahun. Rata-rata jarak antara bulan dan bumi berkisar 238.000 mil atau setara dengan 382.900 kilometer. Bentuk oval pada  lintasan orbit bulan tersebut juga memungkinkan bulan akan melalui titik perigee.

 

APA ITU PERIGEE?

    Foto: timeanddate.com

Perigee merupakan titik pada lintasan orbit bulan yang berada paling dekat dengan bumi, sedangkan apogee merupakan titik terjauh pada lintasan orbit bulan. Peristiwa supermoon menandakan bahwa bulan berada di atau dekat dengan titik perigee. Pada fenomena ini pusat Bulan berjarak kurang dari 360.000 kilometer (sekitar 223.694 mil) dari pusat Bumi. Berbeda dengan supermoon, Mikromoon merupakan peristiwa dimana bulan purnama atau bulan baru yang terjadi ketika pusat Bulan lebih jauh dari 405.000 kilometer (sekitar 251.655 mil) dari pusat Bumi atau berada di atau dekat titik apogee. Tidak ada ketentuan resmi mengenai jarak atau seberapa dekat  bulan terhadap bumi agar dapat dikatakan atau memenuhi syarat sebagai Supermoon atau Mikromoon.

  

KAPAN KITA DAPAT MELIHAT PERISTIWA SUPERMOON?

Bagi kalian yang sangat tertarik untuk menikmati fenomena supermoon ini jangan lupa catat tanggal dan waktunya. Peristiwa supermoon terjadi pada tanggal 27 April 2021. fenomena ini akan diawali dengan puncak purnama yang terjadi pada pukul 10.31.29 WIB/11.31.29 WITA/12.31.29 WIT, kemudian masuk pada perigee bulan pada pukul 22.29.48 WIB/23.29.48 WITA/00.29.48 WIT. Pada fenomena supermoon tanggal 27 April besok, bulan berada jarak terdekatnya dengan Bumi yakni 357.378 km. Jika cuaca dilokasi anda sangat baik, jangan lupa untuk mengabadikan momen tersebut dengan foto-foto yang spektakuler. Good luck !!

Rabu, 28 Oktober 2020

Kepengurusan Jastro Periode 2019-2020




Daftar Pengurus Manajerial Jember Astronomy Club Periode 2019-2020:



No.


NAMA


JABATAN

1.

Venus Juanda Dwi Putra, S.T.


Ketua Umum

2.

Vidia Dewi Rismadayanti, S.Pd.


Wakil Ketua

3.

Rizqi Wahyu Irma Wati, S.Pd.


Sekretaris Bendahara

4.

Hairlinda Arini Agustin, S.Pd.


Ketua Divisi Event

5.

Bayu Angga Dwi Cahyono, S.Pd.


Anggota Divisi Event

6.

Virta Vira Bagus


Anggota Divisi Event

7.

Ulul Azmy, S.T.


Ketua Divisi Keilmuan

8.

Tutut Hariyanti, S.Pd., M.Pd.


Anggota Divisi Keilmuan

9.

Kresna Yusuf Rouhillah, S.T.


Ketua Divisi Infokom

10.

Bima Wahyu Maulana, S.Si., M.T.


Anggota Divisi Infokom

11.

Lidya Zaela Wijaya, S.P.


Anggota Divisi Infokom

12.

Nelly Nur Ayu Muharromah, S.Pd.


Ketua Lembaga Fundraising

13.

Riska Uswatun Hasanah, S.Pd.


Anggota Lembaga Fundraising

14.

Birru Melati, S.Pd.


Ketua Divisi Humas

15.

Anik Nur Khasanah, S.Pd.


Anggota Divisi Humas



Sabtu, 29 Agustus 2020

PENGUMUMAN ANGGOTA BARU - OPEN RECRUITMEN ANGGOTA JASTRO 2020

OPEN RECRUITMEN ANGGOTA
JEMBER ASTRONOMY CLUB
TAHUN 2020



                Jember Astronomy Club (JASTRO) adalah Komunitas Astronomi Daerah yang terletak di Kabupaten Jember, Provinsi Jawa TImur, Indonesia. Berdiri dengan Visi Misi memasyarakatkan Astronomi, JASTRO berkegiatan dan berinovasi secara aktif  dalam kemajuan Ilmu Astronomi dan teknologi ke-Antariksaan untuk Indonesia. Oleh karenanya, JASTRO membutuhkan tenaga keanggotaan yang kompeten serta mampu belajar mendalami Astronomi dan ahli di bidangnya masing-masing untuk menunjang Visi Misi tersebut. 

TIME LINE (BARU🌠)

1. 3 - 28 Agustus 2020  : Pembukaan Pendaftaran 
2. 29 Agustus 2020       : Seleksi Administrasi 
3. 29 Agustus 2020       : Pengumuman Seleksi Administrasi 
4. 30 - 3 September 2020  : Seleksi Wawancara 
5. 27 September 2020      : Pengumuman Anggota Baru 
6. 23 Oktober 2020 : Diklat Minat Bakat Astronomi (MBASMI) 2020 


LINK PENDAFTARAN


PENGUMUMAN 

Jumat, 05 Juni 2020

GERHANA BULAN PANUMBRA ( 6 Juni 2020 )

Pengertian Gerhana Bulan Penumbra

Gerhana Bulan terjadi pada fase Bulan Purnama ketika posisi Matahari, Bumi, dan Bulan berada di garis lurus. Hal itu akan menyebabkan bayangan Bumi tertutup Bulan dan menciptakan Gerhana pada Bulan. Terdapat tiga jenis Gerhana Bulan, yaitu Gerhana Bulan Total, Gerhana Bulan Sebagian, dan Gerhana Bulan Penumbra.
( Ilustrasi Gerhana Bulan )

Pada Gerhana Bulan Total, bagian dalam dan gelap pada bayangan Bumi yang disebut umbra akan menutupi permukaan Bulan. Dalam pengamatan dari Bumi, seluruh permukaan Bulan akan berada di tengah umbra Bumi.
Sedangkan dalam Gerhana Bulan Penumbra, hanya sebagian permukaan Bulan yang masuk ke dalam bayangan umbra Bumi. Dalam pandangan dari Bumi, ini akan membuat permukaan Bulan tampak "tergigit" sebagian.
Dalam gerhana Bulan Penumbra, Bulan tidak akan tertutupi bayangan umbra sama sekali dan hanya akan masuk bayangan luar Bumi atau disebut sebagai penumbra.

Waktu terjadinya gerhana

( Posisi Gerhana Bulan )
Gerhana Bulan Penumbra akan terjadi mulai pukul 00.46 WIB di wilayah barat, 01.46 WITA di wilayah Indonesia tengah, dan 02.46 WIT di wilayah timur. Fenomena ini akan berlangsung hingga 04.04 WIB untuk wilayah barat, 05.04 WITA di wilayah tengah, dan 06.04 WIT di wilayah timur. 
Sementara, puncak Gerhana Bulan Penumbra akan terjadi pada pukul 02.25 WIB di wilayah Indonesia barat, 03.25 WITA di wilayah tengah, dan 04.25 WIT di wilayah timur. Selain di Indonesia, Gerhana Bulan ini juga dapat disaksikan di Afrika, Australia, wilayah Asia, dan pantai timur Amerika Selatan.




Mengamati dengan teleskop

( Gerhana Bulan 6 Juni 2020 )
Ilustrasi By ITERA
Walau Gerhana Bulan Penumbra sebenarnya dapat diamati dengan mata telanjang, pengamat bisa menggunakan teleskop sebagai bantuan untuk melihat Bulan dengan lebih jelas. Dengan bantuan teleskop, pengamat akan dapat mengamati pergerakan bayangan Bumi ketika Gerhana terjadi.
Untuk pengamat pemula, disarankan menggunakan teleskop jenis refraktor. Teleskop jenis ini relatif lebih mudah digunakan sehingga tidak menyulitkan ketika melihat Gerhana Bulan nanti.




Tidak perlu kacamata Gerhana

        Dikarenakan peristiwa gerhana kali ini merupakan Gerhana Bulan, pengamat tidak butuh menggunakan kacamata untuk melihat peristiwa tersebut terjadi. Berbeda dengan Gerhana Matahari, pengamat diwajibkan menggunakan kacamata berfilter khusus. Hal itu disebabkan karena cahaya Matahari sangat berbahaya jika ditatap langsung dan menyilaukan.Kacamata tersebut berfungsi untuk meredupkan cahaya Matahari sehingga pengamat dapat melihat Gerhana Matahari dengan lebih jelas.


By : Divisi Keilmuan 19/20
Jember Astronomy Club