Jumat, 27 Oktober 2017

Jember Juga Ikutan International Observe The Moon Night (InOMN)


International Observe The Moon Night (InOMN) merupakan acara publik tahunan yang diselenggarakan secara serentak di seluruh dunia. Acara ini bertujuan untuk melakukan observasi bulan serta memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang bulan dan ilmu astronomi. Hal ini cocok sekali dengan misi dari JASTRO, yaitu "Bring Astronomy to People". Tahun ini InOMN diselenggarakan pada 28 Oktober 2017. Setiap tahunnya InOMN diselenggarakan pada sekitar bulan September dan Oktober. Penentuan waktu pelaksanaan InOMN ini tidak menentu, tetapi selalu berada pada hari Sabtu pada fase sebelum bulan purnama, bisa jadi bulan sabit, bulan bungkuk, atau fase bulan yang lainnya. Acara InOMN ini sendiri sudah diselenggarakan sejak 2010. JASTRO telah mengikuti acara ini sejak tahun 2014 (waktu itu JASTRO belum resmi berdiri). 

Jember juga Ikutan InOMN lho! Nah, buat kalian warga Jember yang pengen banget ikutan acara InOMN bisa langsung datang ke Alun-alun Jember ya. Waktu pelaksanaan acara dapat dilihat pada pamflet dibawah. Yuk ngamat bulan dan belajar astronomi bareng JASTRO.




Acara ini GRATIS ya! Terbuka untuk UMUM juga. Kalian bisa ngamat bulan lewat teleskop dan ada e-sertifikat juga, tapi yang paling penting kita bisa sharing ilmu astronomi disini. Oh iya, untuk lokasi tepatnya nanti cari saja ya yang ada teleskopnya. Info lebih lanjut bisa langsung kontak kak Lyra di nomor berikut +628223131432 (WA Only). Sampai bertemu di Alun-alun lur! Salam astronomi! :D



( Infokom_JASTRO_17/18 )
 

Kontak JASTRO :

email >> jember.astronomi@gmail.com
IG >> @jember_astronomy
Facebook >> Jember Astronomy Club (Fanpage & Group)
Twitter >> @JemberAstronomy

Kamis, 22 Juni 2017

Kubah Angkasa

Ketika kita menatap bintang, langit malam terlihat membentuk cawan gelap besar di atas kepala kita, dengan bintang-bintang melekat padanya ataupun bersinar melaluinya. Hal ini terlihat sama di manapun kita berada di Bumi. Dengan kata lain, Bumi sepertinya merupakan pusat dari kubah angkasa yang luas.


Universe
Bola Langit

Para astronom kuno menyangka bahwa langit adalah sebuah kubah dan menyebutnya sebagai BOLA LANGIT. Sekarang, kita tahu bahwa bulatan angkasa itu hanyalah sebuah ilusi. Tidak ada kubah gelap mengelilingi Bumi dengan bintang-bintang melekat pada permukaan dalamnya. Kegelapan langit malam disebabkan kekosongan ruang angkasa yang sepertinya berlangsung selamanya, dengan bintang-bintang bertaburan tak beraturan di dalamnya, semuanya pada jarak yang berbeda.

Apalagi yang telah diperhatikan oleh nenek moyang kita mengenai langit malam? Mereka melihat bintang-bintang berputaran seperti roda di atas kepala. Naik melalui cakrawala di timur, melengkung ke atas melalui langit untuk kemudian turun lagi menjelang malam, sebelum mereka menghilang di bawah cakrawala di ufuk barat. Jadi, bola langit yang seolah-olah berputar mengelilingi Bumi sekali dalam sehari, dari timur ke barat, sambil membawa bintang-bintang bersamanya. Lagi-lagi mereka salah, Bumi-lah yang berputar di ruang angkasa, sementara bintang-bintang di angkasa tetap diam. Bumi berputar pada sumbunya sekali dalam sehari dari barat ke timur. Namun, walaupun bola langit tidak pernah ada, konsepnya sangat berguna. Bintang-bintang sedemikian jauhnya sehingga terlihat diam melekat pada bagian dalam bola yang berputar. Para astronom menggunakan geometri dari bola ini untuk menunjukkan posisi bintang di langit.

Dari Kutub ke Kutub
Bumi berputar seperti gasing mengelilingi sumbu khayal melewati kutub Utara dan Selatan. Bola langit juga berputar mengelilingi sumbu yang sama, yang menyentuh bola pada titik yang kita sebut dengan KUTUB LANGIT UTARA DAN SELATAN. Semua bintang di langit malam terlihat berputar mengelilingi kutub-kutub langit.

Di antara Kutub Utara dan Selatan, di bagian tengah, terdapat garis khayal sepanjang keliling Bumi yang kita sebut dengan Khatulistiwa. Apabila kita proyeksikan garis ini ke bola langit, maka kita akan dapatkan KHATULISTIWA LANGIT. Dengan cara sama yang dilakukan para ahli geografi, yaitu menggunakan Khatulistiwa sebagai acuan untuk semua tempat yang ada di Bumi, para astronom juga menggunakan khatulistiwa langit sebagai acuan pada bola langit.

Belahan Bumi
Belahan Bumi
Khatulistiwa langit membelah bola langit atas dua bagian yang sama besar. Dan lagi-lagi, dengan menggunakan analogi bola Bumi, kita menyebut kedua belahan tersebut sebagai Belahan Bumi Utara dan Selatan. Masing – masing memiliki kumpulan rasi bintangnya sendiri.

Apa yang kamu lihat ?
Bagaimana kamu melihat bintang-bintang bergerak di langit tergantung tepatnya pada tempat kamu melakukan pengamatan. Pada Kutub Utara dan Selatan, bintang-bintang akan bergerak dalam lingkaran-lingkaran yang sejajar dengan cakrawala. Di Khatulistiwa, bintang-bintang naik dan turun secara vertikal. Di daerah bintang antara keduanya, bintang-bintang naik dan turun dengan membentuk sudut terhadap cakrawala.

KATA KUNCI ( Keywords )
BOLA LANGIT :
Kubah langit angkasa yang mengelilingi Bumi sebagai pusatnya.


 (Penulis : Venus Juanda_DKJ_16/17) - JASTRO

Langit Malam ( Sky at Night )

Rasi bintang, nama yang kita berikan pada pola yang dibentuk oleh cahaya bintang terang, membantu kita menemukan arah di langit malam. Rasi bintang ini terlihat tidak berubah sejak para astronom pertama kali mulai serius mempelajari angkasa sekitar 5.000 tahun yang lalu. Juga sepertinya tidak akan berubah selama beberapa milenia ke depan.


Sky at night
Rasi Orion
Rasi Bintang
Langit malam dipenuhi bintang-bintang dan dapat membingungkan ketika dilihat pertama kali. Tetapi ketika matamu mulai terbiasa dengan suasana gelap, maka dapat kamu perhatikan bahwa terdapat beberapa bintang yang lebih terang dari bintang lainnya. Di dalam pikiranmu, kamu dapat membayangkan garis yang menghubungkan bintang-bintang terang tersebut sehingga membentuk pola-pola yang dapat dikenali di kemudian hari. Pola yang dibentuk bintang terang ini disebut RASI BINTANG. Mereka dapat memudahkan penyelidikan tentang langit malam.



Mitos dan Monster
Ribuan tahun lalu, para astronom kuno menamai rasi bintang sesuai dengan gambar yang terbentuk oleh pola-pola bintang. Sekarang, kita menggunakan nama-nama rasi bintang yang diberikan oleh bangsa Yunani kuno, tetapi dalam bahasa latinnya. Bangsa Yunani menamai rasi bintang berdasarkan dewa dan dewi, pahlawan, hewan, dan monster yang terdapat dalam mitologi mereka. Mereka meramu dongeng-dongeng berkesan mengenai bagaimana tokoh yang terbentuk dari rasi bintang dapat berada di angkasa.

Hanya sebagian kecil rasi bintang yang terlihat sama dengan tokoh yang diwaakilinnya. Sebagai contoh, cukup mudah melihat pola bintang Scorpio seperti kala jengking berekor melengkung yang siap menggigit. Dan pola bintang Cygnus memang terlihat seperti angsa yang sedang terbang, dengan sayapnya yang terentang dan leher panjangnya yang menjulur ke depan. Tetapi, cukup sulit untuk melihat wanita sedang duduk di kursi ketika melihat pola berbentuk huruf W dari bintang terang Cassiopeia, atau seekor kambing jantan pada bintang-bintang Aries yang tidak menarik perhatian.

Terbang Terpisah
Karena rasi bintang tidak berubah seiring waktu, kita menganggap tempat mereka tetap sama di langit (seperti juga anggapan nenek moyang kita), atau setidaknya bergerak bersamaan di ruang angkasa dalam satu kelompok. Tidak satupun yang benar dari dugaan dugaan ini. Dengan beberapa pengecualian, bintang-bintang pada pola rasi bintang tidak saling berhubungan dan sebenarnya berada jauh sekali antara yang satu dengan lainnya. Alasan mengapa kita dapat melihatnya bersama-sama di dalam satu rasi bintang hanyalah karena mereka kebetulan berada dalam arah yang sama di ruang angkasa.

Mengukir Langit
Para astronom zaman sekarang mengenali adanya 88 rasi bintang berbeda (lebih banyak dari yang dikenal pada zaman dahulu). Setiap rasi bintang mengacu tidak hanya pada bintang-bintang terang yang membentuk rasi bintang, tetapi juga pada daerah tertentu di langit dan semua bintang yang termasuk di dalamnya. Di antara satu rasi bintang dengan rasi bintang di sekitarnya terdapat perbatasan yang sangat jelas.



KATA KUNCI ( Keywords )
RASI BINTANG :
Pola dari bintang-bintang terang yang membantu pembentukan peta langit malam.


 (Penulis : Venus Juanda_DKJ_16/17) - JASTRO