Rabu, 03 Juni 2020

BULAN DI LAUTAN PENUMBRA


BULAN DI LAUTAN PENUMBRA
Gerhana Bulan Penumbra

JemberAstronomyClub- 03 Juni 2020Penulis: Lidya Zaela Wijaya  | Divisi Infokom

©2000 F.Espenak.www.MrEclipse.com

Setelah sekian purnama tidak berjumpa akhirnya kita berjumpa kembali. Awal Juni semoga menjadi awal yang baik bagi kita semua. Berhubungan dengan bulan Juni, di bulan ini bakal ada banyak sekali fenomena langit yang wajib kalian catat dan amati terutama untuk para pecinta Astronomi . Salah satu fenomena langit itu akan kita bahas sekarang. Yups, gerhana bulan tapi  gerhana bulan yang satu ini beda sama yang lain loh. Penasaran kan? yuk simak penjelasan berikut ini.

Gerhana Bulan Penumbra

Konfigurasi Gerhana Bulan Penumbra 11 Januari 2020 ©  Langit Selatan . https://langitselatan.com

           Setelah lihat skema diatas udah pada  tau dong kenapa judulnya bulan dilautan penumbra. Nah, sebelum bahas lebih lanjut mari kita bahas proses terjadinya gerhana bulan terlebih dahulu. Jadi, gerhana bulan terjadi ketika matahari, bumi, serta bulan berada pada posisi sejajar dan membentuk dua kerucut bayangan bumi yang menyebabkan terbentuknya wilayah umbra dan penumbra. Lalu, umbra dan penumbra itu apa sih? Umbra merupakan bayangan inti yang posisinya berada ditengah tepat dibelakang planet bumi dan sangat gelap sedangkan penumbra merupakan bayangan yang tidak terlalu gelap karena masih ada berkas cahaya. Posisi bulan pada wilayah bayangan bumi akan menentukan jenis dari gerhana bulan.
          Gerhana Bulan Penumbra (GBP) merupakan gerhana bulan yang terjadi ketika bulan hanya memasuki wilayah penumbra. Akibatnya, bulan yang sedang dalam fase purnama dan berada diwilayah penumbra ini akan tampak lebih gelap (meredup) dikarenakan sebagian cahaya matahari yang seharusnya diterima oleh bulan terhalangi oleh bumi. Pada tanggal 6 Juni 2020 nanti kita dapat penyaksikan peristiwa ini. Tapi, ingat ya.. bulan hanya akan berubah lebih redup saja bukan tidak nampak atau tertutup sempurna. So, kita masih bisa melihat wujud bulan seperti biasanya kok tenang aja. Pasalnya gerhana bulan penumbra ini beda banget sama gerhana – gerhana yang lain misal gerhana bulan total ataupun sebagian, untuk lebih jelasnya perhatikan gambar dibawah ini.

Penumbral Lunar Eclipse of 2002 Nov 20 (Dunkirk, Maryland) © F.Espenak.www.MrEclipse.com

Sudah ada gambaran kan bakal gimana tanggal 6 Juni besok, jangan sampai terlewat yaa. Jangan sampai ada penyesalan karena tidak dapat mengamati peristiwa gerhana bulan penumbra ini. Setelah mengetahui seluk beluk gerhana bulan penumbra, sekarang kalian perlu memperhatikan  waktu dan cara pengamatan gerhana bulan penumbra yang akan terjadi dalam waktu dekat ini. Yuk simak penjelasan berikut kalau perlu catat deh biar tidak  lupaa.

Waktu dan Cara Pengamatan Gerhana Bulan Penumbra

          Buat kalian yang sudah tidak sabar menantikan peristiwa gerhana bulan penumbra ini, kalian wajib ingat waktu terjadinya fase-fase gerhana besok pada tanggal 6 Juni 2020. Catat ya ,fase gerhana akan dimulai pada pukul 00.45 AM WIB mencapai puncaknya pada pukul 02.24 AM WIB, dan fase gerhana akan berakhir pada pukul 04.04 AM WIB. Ingat ya waktu-waktunya agar kalian tidak ketinggalan fenomena langit yang satu ini. Gerhana bulan penumbra ini dapat diamati diseluruh wilayah Indonesia. Kalian dapat mengamati gerhana bulan penumbra menggunakan alat bantu teleskop. Satu hal yang perlu kalian ingat, pastikan cuaca saat kalian mengamat besok sangat mendukung, sehingga bulan bisa teramati dengan jelas tidak tertutupi oleh awan. Semoga cuacanya mendukung ya, good luck guys. Selain cuaca, tempat pengamatan juga harus kalian perhatikan. Pilih tempat pengamatan yang pas, jangan ada penghalang yang bisa mengganggu proses pengamatan kalian. 





















Senin, 18 Mei 2020

Istiwa A'dhom (Persinggahan Utama)

Saat Matahari di atas Ka'Bah

Istiwa a’dhom atau Rashdul Kiblat adalah peristiwa Matahari berada tepat di atas Mekah, Saudi Arabia. Saat itu terjadi, maka arah ke Matahari akan sama dengan arah Kiblat, selama di lokasi tersebut Matahari terlihat. Peristiwa Istiwa a’doam atau Rashdul Kiblat dimanfaatkan oleh umat Islam untuk menentukan arah Kiblat berdasarkan observasi.

Untungnya menentukan arah kiblat dengan tepat itu tidak sulit. Tidak perlu alat canggih. Dengan berbekal sinar matahari, kita bisa menentukannya dengan amat teliti. Cara ini bahkan bisa lebih teliti dibandingkan dengan menggunakan kompas yang sangat mudah terpengaruh dengan medan magnet di sekitarnya.
Kita juga bisa  mengukur arah Kiblat menggunakan ponsel . yakni menggunakan  app seperti Dioptra di Android atau Theodolite di iPhone. Bidik posisi Matahari menggunakan app tersebut dan app akan menampilkan arahnya yang ditampilkan dengan keterangan ‘azimuth’ atau ‘bearing’. Angka yang didapatkan adalah angka arah Kiblat yang valid dan seharusnya mendekati nilai resmi yang dikeluarkan Kementerian Agama atau lembaga agama lainnya.
Dalam satu tahun masehi, matahari singgah dua kali tepat di atas Ka’bah. Hal ini merupakan pengetahuan yang sudah tua umurnya. Namun sepertinya masyarakat awam tidak banyak yang mengetahui. Dalam bahasa arab disebut sebagai peristiwa Istiwa A’zham (Persinggahan Utama). Peristiwa ini juga disebut "rashdul qiblah".
Tahukah anda, jika anda hidup di wilayah indonesia dan sekitarnya, pergeseran arah kiblat sebesar 1 derajat saja bisa melencengkan arah sekitar 100 km dari titik Ka’bah. Semakin jauh kita dari Ka’bah lencengan arah ini akan semakin besar. Jadi, sangat dianjurkan untuk setepat mungkin menentukan arah kiblat ini
Peristiwa ini terjadi pada tanggal 28 Mei (atau 27 di tahun kabisat) pukul 12:18 waktu Mekah dan 16 Juli (atau 15 di tahun kabisat) pukul 12:27. Artinya, semua orang yang bisa melihat matahari pada saat itu dan menghadapkan wajahnya ke sana telah menghadapkan wajahnya ke kiblat. Atau jika kita melihat bayangan benda yang tegak lurus di atas tanah, maka bayangan tersebut akan membentuk garis membelakangi arah kiblat.
Bagi yang di Indonesia, waktu kejadian tersebut adalah 28 Mei jam 16:18 WIB dan 16 Juli jam 16:27 WIB. Jadi, bagi yang ingin mengecek atau melihat benar tidaknya arah kiblat yang digunakan selama ini silakan keluar pada waktu tersebut dan lihat matahari (atau bayangannya).

Wilayah yang bisa melihat matahari saat di atas Ka'bah

Tidak semua wilayah bumi mengalami siang atau bisa melihat matahari pada saat ia berada tepat di atas Ka'bah. Berikut ini adalah gambar wilayah yang bisa melihat:


Peta wilayah dunia yang bisa melihat matahari di atas Ka’bah. Seluruh wilayah di benua Eropa, Afrika dan hampir seluruh Asia bisa melihat peristiwa ini.

Saat Matahari di Bawah Ka'bah

Selain itu terdapat 2 hari lain di mana matahari tepat di "balik" Ka'bah (antipoda). Titik antipoda Ka'bah ini berada pada koordinat -21.42253,-140.17382. Titik ini berada di tengah lautan di wilayah Polynesia, Perancis di Lautan Pasifik sebelah barat negara Cile. Saat matahari berada di atas titik tersebut, bayangan benda di tempat lain benar-benar mengarah ke Ka'bah. Peristiwa tersebut terjadi pada tanggal 10 - 15 November 21:29 GMT (11 -16 November 4:29 WIB atau 6:29 WIT) dan 11 -15 Januari sekitar jam 21:29 GMT (12 - 16 Januari 4:29 WIB atau 6:29 WIT). Saat matahari di bawah Ka'bah ini cocok digunakan untuk mengecek arah kiblat bagi wilayah Indonesia Bagian Timur yang mungkin sudah masuk malam hari pada saat Istiwa A’dhom.


Peta wilayah dunia yang bisa melihat matahari di bawah Ka’bah pada tanggal 28 November, jam 6:09 WIT. Seluruh wilayah di benua Amerika Utara dan Selatan, Australia dan Papua bisa melihat peristiwa ini.
Menurut sumber yang ada peristiwa ini juga dapat digunakan untuk membuktikan bentuk Bumi, gunakanlah “peta Bumi datar” dan globe. Pada peta Bumi datar tariklah garis dari lokasi kita ke kota Mekah. Sedangkan untuk model Bumi bulat, tarik benang sepanjang permukaan globe antara Mekah dan lokasi kita. Kemudian hitung sudut keduanya dengan busur derajat.
Untuk lokasi di Indonesia, tak sulit untuk menyimpulkan bahwa arah Kiblat berdasarkan hasil perhitungan Bumi datar selalu melenceng sekitar 30°. Sedangkan kiblat hasil model Bumi bulat selalu konsisten sama dengan hasil observasi. Hal ini sudah cukup untuk membuktikan Bumi itu bulat, dan tidak datar seperti yang diklaim oleh kaum Bumi datar.

By : Keilmuan Jastro 19/20

Selasa, 31 Desember 2019

ASTRONOMY SMART COMPETITION II 2020 - PENGUMUMAN


Welcome to official post of 
ASTRONOMY SMART COMPETITION II 2020
Jember Astronomy Club


Sekilas Tentang ASC !

             ASC (Astronomy Smart Competition) adalah event tahunan Komunitas Astronomi Amatir Kota Jember (JASTRO) untuk menggali kemampuan para astronom amatir dan mencari bibit unggul pelajar dan pegiat astonomi melalui suatu kompetisi yang kredibel setara dengan tingkat olimpiade nasional bidang astronomi.
             ASC II 2020 ini dilaksanakan berbasis Online secara nasional dengan pusat basis server di Kabupaten Jember. ASC dapat diikuti oleh seluruh pelajar dari SMP/Mts setingkat hingga SMA/MA setingkat serta pegiat astronomi / masyarakat umum.

Klik link dibawah ini untuk Mendaftar ! (PENDAFTARAN DITUTUP)







Klik link dibawah ini untuk mendownload Panduan dan Tata Tertib ASC II 2020 !






Klik link dibawah ini untuk Memulai - SUBMIT ASC setiap KATEGORI !

INFO ASC (Updated 7/2/20):

  1. Tahun ini yang semula dilaksanakan Open teritegrasi dengan Web Resmi Jember Astronomy Club, terdapat sedikit perubahan yakni dilaksanakan secara CLOSE DOOR dan panitia telah membaginya menjadi beberapa Server untuk mencegah trouble koneksi, akses, dll.
  2. Peserta SAH akan dimasukan kedalam grup Whatsapp ASC di berbagai kategori dan server serta akses Lomba akan diberikan oleh Pemandu di masing-masing Grup.
  3. Peserta SAH dapat juga mengaksesnya melalui Email peserta yang dikirim oleh pihak panitia berupa link akses untuk login/submit.
  4. Login/ Submit hanya diijinkan 1 (satu) kali menggunakan "NAMA" yang telah terdaftar dan jika didapatkan peserta yang melakukan Login/Submit melebihi batas yang diijinkan maka peserta akan di DISKUALIFIKASI.
  5. Segala bentuk aduan ASC II 2020 dapat melalui narahubung Whatsapp 0812-3038-7538 (Bellatrix), 0856-5500-6016 (Antlia Carinae) atau melalui Email astronomysmartcompetition@gmail.com 

PENGUMUMAN PEMENANG ASC II 2020 :

*) Peserta pemenang (Juara I, II dan III) harap mengkonfirmasi Pihak Panitia melalui narahubung Whatsapp 0812-3038-7538 (Bellatrix) atau 0856-5500-6016 (Antlia Carinae).
*)  E-Sertifikat peserta dan E-Report ASC akan dikirim oleh Panitia melalui Email masing-masing peserta terdaftar SAH ASC II 2020 secepatnya.


Pemenang Kategori ASC For Student
( Klik dan Unduh dibawah ini )



Pemenang Kategori ASC For High Flyers
( Klik dan Unduh dibawah ini )



Pemenang Kategori ASC For Amateur
( Klik dan Unduh dibawah ini )


Pengumuman Publik Gugatan dan Aduan


By :
Admin of ASC II 2020

Minggu, 22 Desember 2019

Annular Solar Eclipse : Gerhana Matahari Cincin di Langit Dunia

                                          Sumber: universetoday.com

Jember Astronomy club – Tahun 2019 sudah hampir berakhir dan di penghujung tahun ini langit dunia akan ditampakkan fenomena astronomi niih!! Yups, fenomena gerhana matahari cincin. Penasaran, kan? Ingin tahu lebih lanjut mengenai peristiwa GMC di akhir tahun ini? Simak penjelasan berikut ini.
GERHANA MATAHARI
            Gerhana matahari merupakan salah satu fenomena astronomi dimana peristiwa ini ditandai dengan terhalangnya cahaya Matahari oleh Bulan sehingga tidak semua cahayanya sampai ke Bumi. Peristiwa gerhana matahari merupakan salah satu akibat dari dinamisnya pergerakan Matahari, Bumi, dan Bulan yang terjadi pada saat fase bulan baru. Gerhana matahari terbagi menjadi beberapa bagian yaitu: gerhana matahari total, gerhana matahari sebagian, gerhana matahari hibrida, dan yang terakhir adalah gerhana matahari cincin.
Gerhana Matahari Cincin



                                          Gambar 1. Animasi gerhana matahari cincin 
                                             Sumber: https://deebacalah.blogspot.com/

         Dalam peristiwa gerhana matahari dikenal istilah gerhana matahari cincin. Gerhana matahari cincin merupakan salah satu jenis gerhana matahari berupa gerhana yang terjadi apabila piringan bulan yang hanya bisa menutupi sebagian piringan saja ketika mencapai puncak gerhananya.  Hal ini terjadi karena bundaran bulan yang lebih kecil akibat dari variasi jarak bumi, sebab bundaran bulan yang lebih kecil tersebut bulan hanya menutupi tepat di pusat atau di tengah dan membentuk cincin di sisinya. 

                                          Gambar 2. Ilustrasi gerhana matahari cincin
                                             Sumber: https://www.goodnewsfromindonesia.id/
           Bayangan bulan terbagi menjadi dua bagian yaitu umbra dan penumbra. Umbra merupakan bagian bayangan bulan yang gelap dan berbentuk kerucut yang puncaknya menuju ke bumi sedangkan penumbra merupakan bagian  bayangan bulan yang agak terang dan bentuknya akan semakin lebar seiring dengan posisinya yang semakin jauh dari bulan. Dilansir dari  Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) terdapat dua macam bayangan Bulan yang terbentuk saat Gerhana Matahari Cincin (GMC), yaitu antumbra dan penumbra. Di wilayah yang terlewati antumbra, gerhana yang teramati berupa Gerhana Matahari Cincin. Sementara di wilayah yang terkena penumbra, Gerhana Matahari Sebagianlah yang akan teramati.

WAKTU DAN TEMPAT PENGAMATAN GERHANA MATAHARI CINCIN TERBAIK PADA TANGGAL 26 DESEMBER 2019

                                                Gambar 3. Peta magnitudo gerhana matahari cincin
                                                                     Sumber: zonautara.com

            Gerhana matahari cincin pada akhir tahun 2019 ini hanya dapat dinikmati di daerah yang masuk jalur cincin. Jalur cincin gerhana matahari hanya melintasi sebagian wilayah Sumatera dan Kalimantan, selain daerah tersebut kita masih dapat menikmati gerhana matahari sebagian. Menurut perkiraan dari LAPAN tempat yang paling strategis untuk melakukan pengamatan gerhana matahari cincin adalah di di kampung Bunsur, Kabupaten Siak, Provinsi Riau. Adapun waktu-waktu terbaik yang dapat kita gunakan untuk melakukan pengamatan gerhana matahari cincin dan gerhana matahari sebagian.

                                 Gambar 4. Ilustrasi proses gerhana matahari cincin di daerah yang terkena fase cincin
                                                 Sumber: Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG)

         Kontak pertama merupakan proses piringan bulan yang mulai menutupi piringan matahari, piringan bulan digambarkan dengan lingkaran abu-abu dan piringan matahari digambarkan dengan piringan kuning. Kontak kedua merupakan Durasi Cincin atau Fase Cincin begitupun pada kontak ketiga. Durasi kontak kedua dan ketiga bergantung pada tiap-tiap wilayah tempat kita melakukan pengamatan. Sedangkan kontak keempat merupakan fase terakhir bulan menutupi piringan Matahari yang ditandai dengan semakin mengecilnya darah piringan matahari yang tergerhanai.

Lokasi
GMS dimulai
GMC dimulai
Maksimum
GMC berakhir
GMS berakhir
Sibolga
10:13 WIB
12:02 WIB
12:04 WIB
12:06 WIB
14:02 WIB
Padang Sidempuan
10:14 WIB
12:04 WIB
12:06 WIB
12:08 WIB
14:04 WIB
Siak
10:21 WIB
12:14 WIB
12:16 WIB
12:17 WIB
14:12 WIB
Batam
10:27 WIB
12:22 WIB
12:24 WIB
12:26 WIB
14:18 WIB
Tanjung Pinang
10:29 WIB
12:24 WIB
12:26 WIB
12:27 WIB
14:20 WIB
Singkawang
10:43 WIB
12:41 WIB
12:42 WIB
12:44 WIB
14:31 WIB
Tanjung Selor
12:14 WITA
14:09 WITA
14:10 WITA
14:11 WITA
15:47 WITA
       Tabel 1. Waktu pengamatan dan  daerah di jalur cincin
           Sumber: Kafe Astronomi


            Gambar 5. Ilustrasi proses gerhana matahari cincin di daerah yang terkena tidak terkena fase cincin
                Sumber: Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG)

Daerah- daerah yang tidak terlewati fase cincin akan mengamati gerhana matahari sebagian seperti yang tergambar di gambar 5 dalam ilustrasi tersebut terlihat perbedaan yaitu pada fase kedua dan ketiga atau pada fase gerhana piringan bulan hanya dapat menutupi sebagian piringan matahari dan tidak menutupi tepat di pusat piringan matahari sehingga tidak membentuk cincin disisinya. Dilansir dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) di daerah sebelah Utara jalur cincin, Matahari yang tergerhanai saat puncak gerhana adalah pada bagian sebelah bawah dari arah pandang pengamat. Sementara di daerah sebelah Selatan jalur cincin, Matahari yang tergerhanai saat puncak gerhana adalah bagian sebelah atasnya.

Lokasi
GMS dimulai
Maksimum
GMS berakhir
Medan
10:11 WIB
12:03 WIB
14:01 WIB
Jakarta
10:42 WIB
12:36 WIB
14:23 WIB
Bandung
10:46 WIB
12:38 WIB
14:24 WIB
Surabaya
11:03 WIB
12:55 WIB
14:33 WIB
Pontianak
10:45 WIB
12:44 WIB
14:32 WIB
Samarinda
12:14 WITA
14:09 WITA
15:46 WITA
Denpasar
12:13 WITA
14:02 WITA
15:36 WITA
Kupang
12:46 WITA
14:21 WITA
15:42 WITA
Makassar
12:25 WITA
14:14 WITA
15:45 WITA
Manado
12:42 WITA
14:28 WITA
15:56 WITA
Ambon
13:55 WIT
15:33 WIT
16:54 WIT
Jayapura
13:32 WIT
15:51 WIT
16:58 WIT
     
       Tabel 2.  Waktu pengamatan di beberapa kota di Indonesia
           Sumber: Kafe Astronomi


Teknik pengamatan gerhana matahari cincin

                                  Sumber: Tempo.co

          Hindari kontak mata secara langsung dan penggunaan filter yang tidak aman!!. Pancaran energi Matahari sangatlah kuat dan dapat merusak mata jika kita amati secara langsung (tanpa filter). Dalam pengamatan gerhana matahari cincin ini ada beberapa alat yang direkomendasikan oleh LAPAN yang dapat kita gunakan saat melakukan pengamatan gerhana matahari cincin dengan aman. 

1.    Kamera Pinhole
Kamera pinhole biasa disebut dengan kamera lubang jarum, kamera ini dapat dibuat dengan bahan- bahan yang sederhana yaitu hanya membutuhkan dua buah lembar kertas atau karton, kertas aluminium, selotip, gunting/cutter, dan jarum. Kamera pinhole atau kamera lubang jarum ini merupakan alat yang paling aman jika kita gunakan sebagai media pengamatan gerhana matahari. Kinerja dari alat ini yaitu dengan melewatkan cahaya matahari pada celah sempit dan kemudian di proyeksikan pada sebuah bidang datar ruangan gelap.

2.    Kacamata Matahari
Kacamata matahari merupakan kacamata yang sudah dilengkapi dengan lensa khusus yang dapat menghalangi sebagian cahaya sinar matahari. Penggunaan kacamata matahari ini tidak diperbolehkan terlalu lama dan terus menerus menghadap matahari secara langsung. Setidaknya penggunaan kacamata matahari ini hanya berkisar 2 menit kemudian biarkan mata beristirahat sebentar. Gunakan kacamata matahari tepat sebelum menghadap matahari secara langsung.

3.    Teleskop/Binokuler
Teleskop / binokuler adalah alat yang dapat kita manfaatkan untuk melakukan pengamatan gerhana matahari dengan syarat teleskop/binokuler tersebut telah dilengkapi filter matahari. Penggunaan teleskop / binokuler ini sebaiknya dilakukan oleh orang-orang khusu yang telah ahli karena penggunaan teleskop ini cenderung kurang aman jika dilakukan oleh orang yang kurang tau mengenai cara pengamatan gerhana matahari secara aman dengan media teleskop/binokuler. Filter dalam pengamatan ini juga terbilang filter khusus yang terpasang di depan cermin atau lensa objektif untuk mengurangi radiasi dari cahaya matahari. Gunakan tripod untuk hasil yang lebih maksimal.

4.        Kamera DSLR
Yups !! bagi kalian yang memiliki kamera DSLR, kalian dapat memanfaatkannya untuk media pengamatan gerhana matahari. Apakah ada ketentuan khusus? Tentu ada, kamera DSLR yang digunakan dalam pengamatan gerhana matahari ini sebaiknya telah dilengkapi filter khusus Matahari untuk mengurangi intensitas cahaya yang diterima kamera. Hindari kontak lensa kamera secara langsung ke Matahari!! Hal tersebut dapat merusak sensor kamera ,sayang banget ya kan kalau sampai rusak sensor kameranya. Selain itu, gunakan lensa telefoto dengan panjang fokus 500-2.000 mm untuk mendapatkan citra matahari yang berukuran besar dan gunakan ISO 100, F/8,0 dan shutter speed 1/1.000 namun hal ini dapat bersifat opsional tergantung lokasi dan keadaan saat melakukan pengamatan. JANGAN LUPA !! gunakan tripod untuk hasil yang lebih maksimal. Selamat melakukan pengamatan.

JemberAstronomyClub- 22 Desember 2019 | Penulis: Lidya Zaela Wijaya  | Divisi Infokom